Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam dilahirkan di pemukiman Bani Hasyim di kota Mekkah pada waktu pagi hari Senin tanggal 9 atau ada yang mengatakan tanggal 12 Robiul Awal tahun gajah.
Memang ada perselisihan para ulama tentang tanggal kelahiran Nabi Shallallahu alaihi wasallam yang paling terkenalnya adalah tanggal 12 Robiul Awal tapi yang paling benar adalah tanggal 9 Robiul Awal bertepatan dengan tanggal 22 April 571 Masehi. Ini disebutkan oleh Syeikh Shafiyur Rohman di dalam kitab Roudlotul Anwar.
Yang menangani kelahiran Rasulullah adalah Syifa bintu Amr. Beliau adalah ibu dari Abdurrahman bin Auf salah seorang sahabat Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam.
Ketika ibu Rasulullah Aminah melahirkan, maka keluar dari jalan lahirnya Rasulullah shalallahu alaihi wassalam cahaya yang menerangi istana-istana di negeri Syam.
Kemudian setelah beliau lahir maka Aminah mengutus seorang utusan kepada kakek Nabi yakni Abdul Muthalib untuk menyampaikan kabar gembira tentang kelahiran Muhammad bin Abdillah kepada kakeknya tersebut.
Datanglah Abdul Muthalib dalam keadaan gembira senang dan bahagia dengan kelahiran cucunya lalu Abdul Muthalib membawa Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam memasuki Ka'bah untuk bersyukur kepada Allah dan mendo'akan bayi tersebut dengan kebaikan, lalu memberi nama kepadanya dengan Muhammad (yang terpuji).
Abdul Muthalib lalu mengaqiqahi Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam dan mengkhitan beliau pada hari ketujuh. Ini adalah pendapat yang paling kuat dari perbedaan pendapat para ulama tentang hari khitannya Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam.
Kemudian Nabi Shallallahu alaihi wasallam diasuh oleh Ummu Aiman Barokatul habasyah. Dia adalah seorang wanita bekas budak Abdullah Ayah Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam. Dan Ummu Aiman tetap hidup hingga beliau sempat masuk Islam dan berhijrah ke Madinah. Ummu Aiman meninggal 5 bulan atau 6 bulan setelah wafatnya Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam.
Sumber: Kitab Raudhatu Anwar Fii Sayyidin Nabiyyil Mukhtar karya Syeikh Shafiyur Rohman dengan perubahan sedikit bahasa oleh Ustadz Abu Ubaidillah al-Atsariy.
Ustadz Abu Ubaidillah Al Atsariy hafidzohulloh
Forward from Madrosah Sunnah - 26 Jumadal Akhir 1439 H.

0 Komentar