Wa'alaikumsalam warahmatullohi wabarakatuh
Shalat sunnah Istikharah ialah shalat sunnah yang dilakukan ketika hendak mengerjakan sesuatu pekerjaan yang penting untuk memohon petunjuk ke arah kebaikan. Boleh dikerjakan pagi, siang, maupun malam
Shalat istikharah ini 2 raka'at dan dengan dibaca sirr (suara lembut).
Dalil pelaksanaannya adalah :
عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللهِ قَالَ كَانَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم يُعَلِّمُنَا اْلاِسْتِخَارَةَ فِى اْلاُمُوْرِ كَمَا يُعَلِّمُنَا السُّوْرَةَ مِنَ اْلقُرْاٰنِ يَقُوْلُ: اِذَا هَمَّ اَحَدُكُمْ بِاْلاَمْرِ فَلْيَرْكَعْ رَكْعَتَيْنِ مِنْ غَيْرِ اْلفَرِيْضَةِ ثُمَّ لْيَقُلْ: اَللّٰهُمَّ اِنِّى اَسْتَخِيْرُكَ ... قَالَ وَيُسَمِّى حَاجَتَهُ. البخارى 2: 51
Dari Jabir bin ‘Abdullah, ia berkata : Rasulullah SAW pernah mengajarkan kepada kami istikharah dalam urusan-urusan penting sebagaimana beliau mengajarkan Al-Qur'an kepada kami. Beliau bersabda, "Apabila seseorang diantara kalian akan mengerjakan suatu perkara hendaklah ia shalat 2 raka'at yang bukan shalat fardlu, kemudian hendaklah berdoa
"Alloohumma innii astakhiiruka ..... dst" dan ia sebutkan hajatnya". [HR. Bukhari 2 : 51]
Doa tersebut sebagai berikut :
اَللّٰهُمَّ اِنِّى اَسْتَخِيْرُكَ بِعِلْمِكَ وَاَسْتَقْدِرُكَ بِقُدْرَتِكَ وَاَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ اْلعَظِيْمِ. فَاِنَّكَ تَقْدِرُ وَلَا اَقْدِرُ وَتَعْلَمُ وَلَا اَعْلَمُ. وَاَنْتَ عَلَّامُ اْلغُيُوْبِ. اَللّٰهُمَّ اِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ اَنَّ هٰذَا اْلاَمْرَ خَيْرٌ لِى فِى دِيْنِيْ وَمَعَاشِيْ وَعَاقِبَةِ اَمْرِيْ (اَوْ قَالَ عَاجِلِ اَمْرِيْ وَآجِلِهِ) فَاقْدُرْهُ لِيْ وَيَسِّرْهُ لِيْ، ثُمَّ بَارِكْ لِيْ فِيْهِ. وَاِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ اَنَّ هٰذَا اْلاَمْرَ شَرٌّ لِيْ فِى دِيْنِيْ وَمَعَاشِيْ وَعَاقِبَةِ اَمْرِيْ (اَوْ قَالَ عَاجِلِ اَمْرِيْ وَآجِلِهِ) فَاصْرِفْهُ عَنِّيْ وَاصْرِفْنِيْ عَنْهُ وَاقْدُرْلِيَ اْلخَيْرَ حَيْثُ كَانَ ثُمَّ اَرْضِنِى بِهِ. البخارى 2: 51
Ya Allah, sesungguhnya aku mohon Engkau pilihkan yang baik dengan pengetahuan-Mu, aku mohon Engkau memberi kekuatan dengan kekuasaan-Mu, dan aku mohon karunia-Mu yang agung, karena sesungguhnya Engkau berkuasa sedang aku tidak berkuasa, dan Engkau mengetahui sedangkan aku tidak mengetahui. Engkau yang amat mengetahui perkara-perkara yang ghaib. Ya Allah, kalau Engkau ketahui bahwa perkara ini baik bagiku, agamaku, penghidupanku dan hari penghabisanku, (atau beliau mengatakan “baik cepat maupun lambat”) maka berikanlah dia kepadaku dan mudahkanlah (urusannya) untukku dan berkahilah aku dengannya. Dan jika memang Engkau ketahui bahwa perkara ini tidak baik bagiku, bagi agamaku, penghidupanku dan hari penghabisanku, (atau beliau mengatakan “baik cepat maupun lambat”), maka jauhkanlah dia dariku dan jauhkanlah aku darinya. Dan berikanlah kepadaku kebaikan itu walau dimanapun adanya, serta jadikanlah aku orang yang ridla akan (pemberian) itu". [HR. Bukhari 2 : 51].

0 Komentar