(Oleh: Lailatus Syifa') posted on Belajar Hijrah Akhwat
Disampaikan dalam kajian sore Remaja Masjid Putri di Masjid Annur Sidoarjo.
7 hari pertama mebersamai istri merupakan hal yang sangat penting. Setelah masa ini istri dan suami menjalani peran masing-masing. Dimana istri belajar bertaba’ul (mengurus suami), sedangkan suami perlu untuk menemani istri disaat awal menjalani segalanya.
Hal yang harus dilakukan oleh pasangan pada 7 hari pertama:
1. Belajar untuk saling mengenal dan menerima
7 hari pertama setelah menikah adalah proses belajar untuk saling mengenal. Setiap orang jelas memiliki perbedaan, ditambah kelak kita akan bersama dengan orang yang berasal dari latar belakang yang beda dengan kita. Disinilah suami istri perlu belajar untuk saling mengenal dan saling menerima. Meskipun di dalam perjalanan rumah tangga nantinya akan hadir bibit bibit pertikaian disebabkan perbedaan yang didapat dalam diri pasangan masing-masing.
Setiap pada diri pasangan terdapat kelebihan dan kekurangan yang wajib kita syukuri. Terlebih kekurangan pasangan, apabila kita sentiasa menerimaya insya Allah itu akan menjadikan kehidupan rumah tangga keluarga yang baru dibangun akan memerikan kesejukan dan ketentraman pada jiwa masing-masing. Pengetahuan tetang kekurangan masing-masing memberikan “tuntunan” kepada bagaimana berperilaku yang sesuai terhadap suami dan istri, sehingga menguatkan ikatan perasaan diantara keduanya.
2. Saat-saat Bersama
7 hari pertama setelah menikah pasangan baru sangat membutuhkan saat-saat bersama. Kita memiliki kebutuhan untuk diterima dan sekaligus menerima perasaan-perasaan orang yang akan kita cintai, sekalipun hanya untuk mendengar hal yang tampak remeh temeh.
Saat-saat bersama pula pasangan suami istri bebas bercerita apa saja yang tidak diceritakan ke orang lain yang bentuknya privacy. Sebab kebersamaan suami istri merupakan kebutuhan psikis yang hanya melalui pernikahanlah itu semua terpenuhi. Ada kebutuhan untuk didengarkan, diperhatikan, diterima, sampai pada kebutuhan yang tampak sepele, yaitu kebutuhan untuk dipadang dan memandang pasangan.
Hal semacam inilah yang menjadi kerinduan suami istri. Kebutuhan ini agaknya lebih besar dari kebutuhan biologis.
Kaitannya dengan 7 hari pertama bersama pasangan kami sampikan juga tentang etika berhubungan dengan suami istri sebagaimana wasiat yang disampaikan Rasulullah Saw Kepada Wanita Ketika Berhubungan Suami-Istri
Alangkah sempurna Agama Islam sampai-sampai etika berhubungan antara suami dan istri pun di jelaskan dengan sangat detail, dimana berhubungan suami istri merupakan sebuah Ibadah yang dikhususkan kepada orang yang sudah melewati pintu pernikahan ini memang merupakan salah satu kebutuhan biologis yang harus di penuhi oleh suami dan istri. Untuk itu, ada beberapa pesan Rasulullah SAW untuk para wanita saat melayani suami di tempat tidur.
Inilah 7 Wasiat Rasulullah Saw Kepada Wanita Ketika Berhubungan Suami Istri :
1. Wasiat Pertama
Memberi nuansa kemesraan dengan penampilan. Rasulullah SAW bersabda: Sebaik-baik wanita adalah yang jika engkau melihatnya akan membahagiakan dirimu, jika engkau memerintahnya akan mentaatimu, dan jika engkau tidak berada di sampingnya ia akan menjaga hartamu dan dirinya sendiri. (HR. Bukhari)
2. Wasiat Kedua
Mempesona setiap kali di pandang
Rasulullaah SAW bersabda:Istri yang terbaik ialah istri yang mempesonakanmu setiap kali kau pandang (HR. An-Nas)
akan melimpahkan pahala yang sangat besar.3. Wasiat Ketiga
Memenuhi ajakan suami dengan segera. Rasulullah SAW bersabda:Bilamana seorang suami mengajak istrinya (untuk berhubungan suami istri), maka penuhilah dengan segera sekalipun istri sedang sibuk di dapur.
(HR. Tirmidzi dan Ibnu Hibban).
4. Wasiat Keempat
Dilarang berhubungan suami istri ketika haid dan nifas.
Rasulullaah SAW bersabda: Maka setubuhilah istrimu sesuka hatimu, dari depan dan dari belakang! Tetapi jangan melalui dzubur dan jangan ketika (istrimu) sedang haid
(HR. Tirmidzi).
5. Wasiat Kelima
Pandai menata kenyamanan tempat tidur. Sebagaimana pesan Rasul kepada putrinya, Siti Fatimah:
Wahai Fatimah, wanita yang menghamparkan alas untuk berbaring, atau menata rumah untuk suaminya dengan baik hati, berserulah para malaikat untuknya. Teruskanlah amalmu, maka Allah SWT telah mengampunimu dari dosa yang lalu dan yang akan datang.
Dikarenakan, alas tidur merupakan faktor penting untuk mewujudkan kemesraan dan kepuasan berhubungan suami istri, maka tatalah
6. Wasiat Ke enam
Merahasiakan usrusan ranjang kepada orang lain.
Rasulullah SAW bersabda: Sesungguhnya sehina-hina derajat manusia di sisi Allah kelak pada hari kiamat ialah suami yang berhubungan istrinya dan istripun senang melayani berhubungan suami istri, kemudian salah satu di antara keduanya membuka rahasia persetubuhan itu kepada orang lain. (HR. Muslim)
Memahami etika bersetubuh. Dengan memahami etika bersetubuh yang baik, dari segi kesehatan dan agama tentunya akan menghasilkan kenikmatan dan melahirkan generasi-generasi yang shalih dan shalihah.
Semoga bermanfaat.
Disarikan dari buku: Mencapai Pernikahan Barokah Oleh: Muhammad Fauzil Adhim

0 Komentar