Shalat Sunah

… atau …

Bismillah, sebelumnya udah dibahas tentang thaharah, jenis jenis najis, haid, istihadhah, nifas, syarat dan rukun sah sholat juga sunnah sunnah sholat. Kali ini akan dibahas tentang jenis jenis shalat sunnah.

Jenis-jenis Shalat Sunnah
Sholat sunnah terbagi menjadi sunnah mutlak (tidak terikat) dan sunnah muqayyad (terikat). Sholat sunnah mutlak sah dikerjakan dengan niat mengerjakan sholat (tanpa menyebut bilangan rakaat dan nama shalat). Apabila seorang sholat dengan jumlah rakaat yang sangat banyak dan ia tidak mengetahui jumlahnya kemudian ia salam maka shalatnya sah. sekalipun ia hanya mengerjakan 1 rakaat saja, shalatnya tetap sah.

Sholat sunnah muqayyad (terikat) terbagi menjadi sholat sholat sunnah yang dikerjakan mengikuti shalat shalat fardhu yang disebut sebagai shalat sunnah ratibah (atau rawatib). sholat sunnah muqayyad juga terbagi menjadi shalat sunnah yang lain, berikut berbagai macam shalat sunnah muqayyad.

1. Shalat Sunnah Rawatib
sholat sunnah rawatib adalah sholat sunnah yang terikat dengan sholat fardhu, dilakukan setelah atau sebelum adzan. Qobliyah dilakukan setelah adzan sebelum sholat fardhu dan ba'diyah dilakukan setelah sholat fardhu sebelum adzan sholat fardhu berikutnya.

a. shalat sunnah rawatib yang muakad
1) shalat sunnah fajar
"dua rakaat (sholat sunnah) fajar lebih baik daripada dunia dan seisinya"(HR. Muslim)

pada sholat fajar lebih baik memendekkan bacaan dalam 2 rakaat shalat sunnah fajar.
Dari Hafshah, 
"Rasulullah mengerjakan 2 rakaat shalat sunnah fajar dirumahku sebelum mengerjakan shalat subuh. Beliau sangat memendekkan bacaan dalam kedua rakaat itu." (HR. Bukhari)
Pada riwayat lain, Aisyah berkata, 
"Rasulullah saw. mengerjakan shalat sunnah dua rakaat sebelum subuh dengan memendekkan bacaan dalam kedua rakaat itu, hingga aku ragu apakah beliau membaca surat al Fatihah atau tidak" (HR. Ahmad)

dari 2 hadist di atas diketahui bahwa membaca al Fatihah saja dalam 2 rakaat sebelum subuh sudah sah. 
Bacaan yang di sunnahkan dibaca ketika sholat fajar adalah al kafirun dan al ikhlas (HR. Ahmad). 

Adapula Rasul pernah membaca surat al Baqarah ayat 136 dan Al Imran ayat 64 saja di sholat fajarnya (HR. Muslim).
Diperbolehkan mengqadha sholat fajar, namun hal ini terdapat banyak khilafiyah antar ulama karena tidak ada sholat setelah sholat subuh. diperbolehkan melakukannya oleh jumhur ulama setelah matahari terbit.

2) Shalat Sunnah Zuhur
Sholat sunnah Zuhur sebanyak 4 rakaat 
Ibnu Umar r.a. berkata, 
"aku menghapal dari Nabi saw. sepuluh rakaat (sholat sunnah rawatib), yaitu dua rakaat sebelum dzuhur dua rakaat setelahnya, dua rakaat setelah maghrib dikerjakan di rumah beliau, dua rkaat setelah isya dikerjakan di rumah beliau, dan dua rakaat setelah subuh." (HR. Bukhari)

Aisyah r.a. berkata, 
"Rasulullah saw tidak pernah meninggalkan sholat sunnah dua rakat sebelum dzuhur dan dua rakaat sebelum sholat sunnah fajar (subuh) dalam kondisi bagaimanapun." (HR. Bukhari)

Boleh mengqadha sholat sunnah dzuhur setelah melaksanakan sholat dzuhur.

3) Sholat Sunnah Maghrib
"kerjakanlah dua rakaat (sholat sunnah setelah maghrib) ini dirumah kalian" (HR. Bukhari)
4) Sholat Sunnah Isya
Sudah disebutkan beberapa bersama dengan hadist sholat sunnah dzuhur.

Shalat Sunnah Rawatib yang Tidak Ditekankan untuk selalu dilaksanakan.

Wallahu A'lam Bishawab

Source : Kajian Harian Inspiring Muslimah Jawa Tengah

0 Komentar

Instagram