Renungan : Sedang Ibadah, Tergoda untuk Update Status

… atau …


Ustadz Dr. Musyaffa' ad-Dariny, M.A.hafizhahullah

Dan Ketika sedekah, tergoda dengan status, “Hati menjadi terenyuh dan lembut saat menyantuni anak yatim dan kaum dhuafa”,

Saat membaca al-Qur'anpun ingin nulis di beranda, “Terbukti setelah banyak membaca qur'an, hati menjadi sangat tenang”,

Wahai saudaraku..
Mengapa Engkau lakukan itu semua? Tidak cukupkah pahala dan pujian dari Allah sehingga Engkau masih berharap pujian dari manusia?

Wahai saudaraku..
Sungguh kasihan orang yang demikian adanya. Cobalah Engkau renungkan, berapa lama orang itu akan menikmati perbuatannya. Paling hanya ketika dia masih hidup karena setelah meninggal, tidak ada yang akan peduli lagi dengannya.

Bahkan bisa jadi ketika dia masih hidup, dia tidak mendapatkan keuntungan apapun dari tindakannya itu, atau bahkan akan menimbulkan hasad dan dengki orang lain terhadap dia.

Saudaraku...
Tinggalkanlah itu semua karena Allah. Bukankah Allah sudah menyimpan detil-detil amalanmu dalam catatan yang aman dan terjaga? Ataukah Engkau ingin nantinya tercantum juga dalam catatan itu bahwa Engkau beramal sembari narsis, berpose, dan bergaya, karena mengharapkan pujian dari makhluk?!

Ingatlah selalu firman Allah,

“Dan kebaikan apapun yang kalian lakukan, maka sungguh Allah telah mengetahuinya”, (QS. an-Nisa' [4]: 127)

Semoga Allah menjaga amal ibadah kita dari riya' dan sum‘ah sehingga pahalanya terjaga dan bisa memuliakan kita di akhirat nanti, Aamiin.

0 Komentar

Instagram