Adab Menuntut Ilmu

… atau …

1. Niat lillah

 “Barangsiapa yang menuntut ilmu syar’i yang semestinya ia lakukan untuk mencari wajah Allah dengan ikhlas, namun ia tidak melakukannya melainkan untuk mencari keuntungan duniawi, maka ia tidak akan mendapat harumnya aroma surga pada hari kiamat.” (HR. Ahmad)

2. Bersungguh-sungguh& bersemangat
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam barsabda, “ Dua orang yang rakus yang tidak pernah kenyang: yaitu (1) orang yang rakus terhdap ilmu dan tidak pernah kenyang dengannya dan (2) orang yang rakus terhadap dunia dan tidak pernah kenyang dengannya.” (HR. Al-Baihaqi)

3. Tidak sombong & malu
Imam Mujahid mengatakan, “Dua orang yang tidak belajar ilmu: orang pemalu dan orang yang sombong” (HR. Bukhari) 4. Pahami, hafalkan, sampaikan "Semoga Allah memberikan cahaya kepada wajah orang yang mendengar perkataanku, kemudian ia memahaminya, menghafalkannya, dan menyampaikannya. Banyak orang yang membawa fiqih kepada orang yang lebih faham daripadanya…” (HR. At-Tirmidzi)

 5. Tuliskan
 Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Ikatlah ilmu dengan tulisan” (HR. Ibnu ‘Abdil Barr)

 6. Amalkan
 Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Perumpamaan seorang alim yang mengajarkan kebaikan kepada manusia, kemudian ia melupakan dirinya (tidak mengamalkan ilmunya) adalah seperti lampu (lilin) yang menerangi manusia, namun membakar dirinya sendiri.” (HR Ath-Thabrani)

 7. Tidak bermaksiat
 “Wahai orang-orang yang beriman, jika kamu bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan memberikan kepadamu furqaan (pembeda antara kebenaran dan kebatilan) dan menghapuskan segala kesalahan-kesalahanmu dan mengampuni (dosa-dosa) mu. Dan Allah mempunyai karunia yang besar.” [Al-Anfal: 29] Diceritakan pada suatu hari Imam Syafii pernah merasakan hafalannya sedikit berkurang dari hari-hari biasanya. Kemudian ia mengeluhkan hal tersebut kepada gurunya, Waqi'. Imam Syafii berkata, "Aku mengeluhkan kepada Waqi' akan buruknya hafalanku. Maka dia membimbingku untuk meninggalkan maksiat. Dia berkata, 'Ketahuilah ilmu adalah keutamaan. Dan keutamaan Allah tidak akan diberikan kepada ahli maksiat."

8. Berguru
 Maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan jika kamu tidak mengetahui” (QS. An Nahl: 43).

9. Sabar
 "Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridhaan-Nya; dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan dunia ini; dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingati Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas” (QS.Al Kahfi:28). Al Imam As Syafi Rahimahullah mengatakan, “Bersabarlah terhadap kerasnya sikap seorang guru. Sesungguhnya gagalnya mempelajari ilmu karena memusuhinya”

 10. Ta'dzim terhadap guru
 Diriwayatkan oleh Imam al-Baihaqi rahimahullah, Umar bin al-Khattab radhiallahu ‘anhu mengatakan; “Tawadhu’lah kalian terhadap orang yang mengajari kalian.”

11. Ta'dzim terhadap majelis ilmu
 (disiplin, tenang, menyimak, istiqomah, berlapang-lapang, dll) Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda. Tidaklah suatu kaum berkumpul di satu rumah Allah, mereka membacakan kitabullah dan mempelajarinya, kecuali turun kepada mereka ketenangan, dan rahmat menyelimuti mereka, para malaikat mengelilingi mereka dan Allah memuji mereka di hadapan makhluk yang ada didekatnya. Barangsiapa yang kurang amalannya, maka nasabnya tidak mengangkatnya. (HR. Muslim, Abu Daud, Ibnu Majah)

Wallahu A'lam bish-showwab.

Semoga bermanfaat.
 Source Ukhtukum Mayangsari Rahayu

0 Komentar

Instagram